-50% Intro price for the next 72 hours only!. Buy now →

WebsiteimpianPortofolio Website

ARTIKEL ILMIAH DAN PUBLIKASI ILMIAH MAHASISWA

Panduan menulis artikel ilmiah: mengenal jenis artikel, struktur penulisan, dan cara publikasi yang sesuai standar akademik.

0
2
ARTIKEL ILMIAH DAN PUBLIKASI ILMIAH MAHASISWA

Menteri Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti)
Mohamad Nasir, pernah menyebutkan bahwa hingga 8 Mei 2018, ilmiah
internasional yang berasal dari Indonesia mencapai 8.269 jurnal atau berhasil
melampaui Singapura yang berjumlah 6.825 jurnal.Pada 2014 publikasi ilmiah
internasional sebanyak 4.200 jurnal, dan untuk pertama kali selama 20 tahun
terakhir Indonesia berhasil mengungguli Thailand pada 2017 (Oebaidillah,
2018). Namun sayangnya, artikel yang terbit pada jurnal di Indonesia sendiri
jumlahnya terus menurun merujuk pada data yang dikeluarkan olehd ISJD atau
Indonesia Scientific Journal Data Base. Pada data tersebut terlihat terjadi
penurunan jumlah artikel dari tahun 2014 hingga tahun 2020, seperti yang
terlihat pada grafik I.1, berikut.

Dari jumlah tersebut, 5 penyumbang terbesar jurnal berasal dari
Jurusan Manajemen, Universitas Brawijaya, Ikatan Dokter Indonesia, Badan
Penelitian dan Pengembangan Universitas Gadjah Mada. Fakultas Farmasi
dan Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. Dari jumlah terbitan artikel
ilmiah tersebut, jumlahnya belum sebanding dengan jumlah dosen dan
mahasiswa yang ada, Hal ini diakui oleh Kementerian Riset dan
Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Padahal publikasi ilmiah merupakkan bukti pertanggungjawaban ilmiah hasil penelitian, sehingga dapat
dikenal luas secara global (Widyanuratikah dan Putra, 2019). Upaya untuk
meningktakan publikasi ilmiah pernah dilakukan dengan dikeluarkan Surat
Dirjen Dikti No. 152/E/T/2012 mengenai kewajiban publikasi ilmiah bagi
mahasiswa S1, S2 dan S3. Dalam surat edaran tersebut disebutkan sejumlah
ketentuan yaitu: a) Syarat lulus program S1 atau Sarjana harus menghasilkan
artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. b) Syarat lulus program
S2 atau Magister harus sudah menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan
pada jurnal ilmiah nasional dan terakreditasi Dikti. c) Syarat lulus program S3
atau Doktor harus sudah menghasilkan artikel ilmiah yang sudah diterima
untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional. Namun surat yang
bertahun 2012 tersebut belum mampu mendongkrak jumlah artikel ilmiah
mahasiswa. Pada tahun 2015, Kemenristek Dikti mengeluarkan Peraturan
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 5 tahun 2019. Peraturan
tersebut bersisi mengenai Instrumen Akreditasi Program Studi. Salah satu
tuntutan dari APS 4.0 tersebut adalah peningkatan karya ilmiah milik
mahasiswa dan citasi karya ilmiah milik mahasiswa. Tentu saja tuntutan ini
tidak mudah mengingat, karya ilmiah mahasiswa sendiri masih sangat sedikit
bahkan di Indonesia sendiri.

Publikasi ilmiah seringkali mengalami kendala. Sebuah studi yang
dilakukan oleh American Institute of Research melakukan survey mengenai
ketrampilan melek huruf pada lulusan sejumlah perguruan
tinggi.menunjukkan lebih dari separoh responden dari risetnya tidak memiliki
ketrampilan dasar dalam memahami instruksi secara tertulis dan menulis
ilmiah (Baer, et.al., 2006). Kendala ini merupakan kendala umum yang banyak
dihadapi oleh penulis. Menulis ilmiah membutuhkan pemahaman, tidak hanya
menyusun gagasan dan menuangkan ide serta menjelaskan metodologi
penelitan, tetapi juga memahami teknis penulisan. Teknis dalam penulisan
artikel di jurnal-jurnal tertentu pun mempersaratkan sejumlah aturan. Hal-hal
semacam ini dapat menjadi kendala bagi mahasiswa. Kendala penguasaan
teori dan metologi serta penulisan ilmah juga ditemukan dalam riset Ismail dan
Elihami (2019).

Sementara riset Dewi et.al (2014) menyebutkan terdapat sejumlah
kendala dalam penelitian dan penulisan ilmiah di Jurusan Ilmu Hubungan
Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta, yaitu ketidakpahaman arti penting
meneliti, keterbatasan waktu, kurangnya sosialisasi, kurangnya pelatihan dan
kendala fasilitas (tidak adanya wadah untuk menulis atau riset). Pada sejumlah
responden yang berasal dari mahasiswa S1, ditemukan responden yang tidak
memiliki motivasi dalam melakukan riset. Ketiadaan motivasi ini muncul
karena mereka tidak memahami pentingnya riset bagi akademisi dan
pengembangani ilmu pengetahuan. Suasana ini masih diimbuhi oleh
terbatasnya waktu dalam Menyusun proposal, melakukan riset dan menulis
karya ilmiah. Sebagian besar responden merasa mereka tidak memiliki cukup
akses atas informasi mengenai penelitian dan publikasi ilmiah. Ketika mereka
hendak menulis karya ilmiah pun tidak dan pendampingan yang cukup untuk
mempersiapkan draft bagi publikasi ilmiah. Kendala yang cukup menghambat
penelitian dan publikasi ilmiah adalah tidak adanya wadah atau jurnal bagi
karya ilmiah. Jurnal sebagai sumber referensi dan juga sebagai wadah untuk
publikasi hasil riset dan atau hasil pemikiran ilmiah memiliki posisi yang sangat
penting. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang terbatas aksesnya atas jurnaljurnal yang mereka butuhkan. Sebagai referensi mereka memiliki keterbatasan
dalam berlangganan jurnal cetak dan jurnal online. Sebaliknya, sebagai wadah
untuk publikasi karya ilmiah, mereka memiliki informasi yang juga minim
mengenai jurnal yang sesuai dengan karya ilmiahnya (Pardjono et.al., 2017).

A. Artikel Ilmiah

Jurnal ilmiah diterbitkan oleh sejumlah institusi baik institusi yang
berasal dari sebuah universitas, atau departemen, tetapi juga diterbutkan oleh
konsorsium atau penerbit independen yang tidak berafiliasi langsung dengan
institusi akademis. Peran dan fungsi jurnal ilmiah antara lain: (1) sebagai sarana
komunikasi akademik antara para ilmuwan (dosen/guru), (2) penyebaran
(diseminasi) hasil-hasil penelitian, (3) pengembangan budaya akademik di
perguruan tinggi, (4) sebagai penukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide
baru akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aspek-aspek penting lainnya
keberadaan jurnal di perguruan tinggi antara lain (1) dapat dijadikan sarana
pelatihan menulis para dosen, (2) sebagai sumber pengetahuan baru, (3) dapat
digunakan sebagai sarana perolehan angka kredit, (4) sebagai pengangkatan
citra perguruan tinggi (Suryoputro et.al, 2012).
Artikel ilmiah memiliki beberapa jenis. Diantaranya dapat menjadi
bagian dari publikasi ilmiah melalui jurnal ilmiah. Jenis-jenis artikel ilmiah
tersebut antara lain:

1. Artikel Hasil Penelitian

Artikel hasil peneliian merupakan artikel yang disrikan dari hasil penelitian
yang telah dilakukan. Guna mempresentasikan hasil penelitian dalam
sebuah artikel, penulis perlu menjelaskan dengan baik metologi riset yang
dipergunakan hingga data-data yang dihasilkan atau diolah melalui teori
atau konsep yang dipergunakan. Artikel yang berasal dari penelitian
cenderung kaya akan data hasil riset guna mendukung argumentasi yang
diajukan oleh peneliti. Tentu saja penulisan artikel hasil riset cukup
menantang karena penulis harus mampu memadatkan hasil risetnya dalam
jumlah kata yang ditentukan oleh editor jurnal ilmiah. Artikel ini juga
membuka ruang diskusi selain menawarkan sebuah sudut oandang baru
atau temuan baru dalam sebuah riset. Artikel semacam ini terbuka untuk
dikriitisi dan ditulis kembali oleh peneliti lyang bersangkutan untuk
menjawab kritikan atau memperbaiki kelemahan dari temuan riset atau
metodologi yang dipergunakan. Dengan demikian, artikel hasil penelitian ini
dapat menjadi sarana bagi pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang
tertentu.
Arikel yang merupakan hasil penelitian biasannya disajikan dengan
sistematika:

  • Judul. Judul sebaiknya lengkap dan informasi tetapi tidak terlalu panjang
  • serta memuat kata-kata kunci yang menggambarkan masalah yang
  • diteliti. Daya tarik judul sangat penting agar orang tertarik untuk
  • membaca, meski tentu saja tidak ditulis secara hiperbola.
  • Abstrak. Abstrak bukan hanya menyajikan ringkasan artikel tetapi harus
  • dapat menjelaskan ide utama mengapa riset dilakukan dan metode
  • yang dipergunakan. Ditulis dalam satu paragaraf yang biasanya terdiri
  • tidak lebih dari 300 kata. Bahkan ada sejumlah jurnal yang hanya
  • mempersaratkan penulisan abstrak tidak lebihd ari 200 kata saja.
  • Kata Kunci. Kata kunci merupakan kata yang penting sebagai penelusur
  • artikel melalui jaringan internet yang biasanya terdiri atas 4-5 kata atau
  • frasa.
  • Pendahuluan. Pendahuluan dapat dimulai dengan menyajikan urgensi
  • persoalan atau kompleksitas persoalan terkait dengan isu yang diteliti
  • yang didukung oleh fakta/data atau terkait teori dan atau konsep
  • tertentu. Pendahuluan ditutup dengan tujuan peneliian atau rumusan
  • masalah yang hendak diuraikan.
  • Metode. Metode riset menjelaskan mengenai metode penelitian yang
  • dipergunakan peneiliti dalam melakukan riset. Metode ini harus
  • dijelaskan dengan gamblang, ringkas dan padat sehingga pembaca
  • dapat memahami bagaimana peneliti melakukan riset dan data apa saja
  • yang dipergunakan serta cara memperoleh data pendukung argumen.
  • Kajian Pustaka diperlukan untuk menjelaskan cara pandang peneliti
  • dalam melakukan riset. Jelaskan konsep dan teori yang dipergunakan
  • serta alasan dipergunakan teori atau konsep tersebut karena konsep
  • atau teori harus dapat membantu peneliti melakukan riset dan
  • memperoleh temuan baru dalam penelitiannya tersebut.
  • Hasil penelitian. Pokok utama artikel hasil penelitian adalah pada bagian
  • hasil penelitian yang biasanya dipaparkan melaui sub Hasil Penelitian
  • atau Discussion / Pemaparan. Sebagaian besar isi dari hasil penelitian
  • merupakan temuan yang dapat berupa hasil wawancara, survey,
  • tabel/grafik statistik, kutipan pidato, undang-undang dan lain
  • sebagainya. Data tersebut ditelaah atau diinteprestasi sejalan dengan
  • teori yang dipergunakan dalam meneliti. Peneliti juga dapat
  • mengimbuhkan opininya yang tentu saja harus diperkuat dengan hasil
  • kajian yang sahih. Data berupa grafik atau tabel bisa merupakan olahan
  • peneliti bisa juga diperoleh dari website resmi sebuah intitusi terkait.
  • Peneliti juga dapat membandingkan hasil penelitiannya dengan
  • penelitian sejenis untuk menunjukkan novelty atau kebaharuan dari
  • penelitiannya.
  • Kesimpulan. Kesimpulan bukan merupakan ringkasan melainkan
  • temuan yang dihasilkan oleh peneliti dan urgensi dari temuan tersebut
  • dalam studi terkait, Simpulan disajikan dalam bentuk esay bukan
  • numerik atau tabel dan grafik dan simpulan harus menjaab pertanyaan
  • permasalahan , ringkas dantidak muluk-muluk. Jika memunginkan
  • peneliti dapat menwarkan usulam penelitian lanjutan atau penelitian
  • yang dapat dikembangkan.
  • Acknowledgement wajib dicantumkan untuk memberikan ucapan
  • terimakasih kepada institusi pemberi dana penelitian atau pihak-pihak
  • yang telah berkontribusi dalam bidang materi dan non materi.
  • Daftar Pustaka harus lengkap sesuai dengan rujukan yang dipergunakan
  • oleh penulis. Daftar pustaka harus up to date setidaknya 10 tahun ke
  • belakang. Sejumlah jurnal ilmiah ada yang menyarankan unuk mencitasi
  • artikel yang ada di dalam jurnal mereka

2. Artikel Non Penelitian

Artikel non penelitian biasa dikenal sebagai artikel tinjauan atau review
articles. Review articles berisi tentang tinjauan dari suatu bidang atau subjek
dan rangkuman penelitian yang sudah dilakukan. Review articles biasanya
diberi batas awal dan akhir tahun studi literatur yang diterbitkan. Artikel
jenis ini memiliki kesamaan dengan research article. Kedua artikel tersebut
sama-sama dipublikasi pada peer reviewed jurnal, tetapi artikel ini
merupakan ringkasan dari sub-bidang. Pada artikel ini juga tidak terdapat
subbab metodologi. Untuk memulai penelitian, sebaliknya dilakukan studi

literatur pada review articles terlebih dahulu dan dilanjutkan pada technical
paper. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara umum
permasalahan yang dihadapi dalam penulisan artikel ilmiah yang meliputi
teknik yang digunakan dan penentuan state of the art dari suatu penelitian
(Jatmiko e. al, 2015). Jenis artikel ini memiliki keragaman seperti telaah teori
atau konsep, pengembangan model atau mendeskripsikan sebuah
fenomena. Pada telaah teori atau konsep, biasanya penulis menyajikan
perdebatan teori atau konsep

Guna dapat menulis artikel yang bukan berasal dari hasil penelitian, penulis
terlebih dahulu mengkaji sumber-sumber yang relevan yaitu tulisan atau
riset terdahulu mengenai topik kajian yang hendak dibuat. Dari kajian
tersebut penulis dapat membuat peta perdebatan masing-masing teori atau
konsep dan latar belakangnya. Tulisan yang baik adalah dimana penulis
mampu menjelaskan argumentasi masing-masing teori atau konsep dengan
komprehensif namun padat. Hal yang lebih penting adalah, penulis mampu
mendudukan dirinya pada sebuah pandangan tertentu dalam perdebatan
tersebut dan membangun argumentasinya sendiri yang tentu saja didukung
oleh data dan atau kajian yang berdasar atas hasil penelitian atau telaah
yang telah terpublikasi sebelumnya.

3. Telaah Buku (Books Review)

Telaah buku (books review) resensi buku adalah tinjauan kritis atas sebuah
buku yang baru diterbitkan (1-3 tahun). Sebuah resensi buku tidak hanya
menggambarkan mengani isi buku tetapi juga mendeskripsikan bagaimana
buku tersebut dapat memberi pengaruh penting bagi pembaca. Pengaruh
tersebut dapat berupa cara pandang yang dipakai oleh penulis buku atau
informasi yang disajikan oleh penulis buku. Mengawali sebuah telaah buku,
penulis dapat memulai dengan sejumlah bacaan analitis untuk membangun
respon pribadi atas isi buku. Analisis yang mendalam atas isi buku juga dapat
dihasilkan dengan membaca sejumlah kajian lain atau informasi terkait isi
buku sebagai panduan untuk meliha tawaran apa yang berbeda dari buku
yang hendak disajikan bagi pembaca. Bagaimana penulis buku mencoba
menunjukkan tujuan buku dan argument yang dibangun agar pembaca
memiliki pola pandangan dan pemahaman yang sama, dapat menjadi
bagian dari telaah buku. Penulis telaah buku dapat memberikan padnangan
pribadinya terhadap buku yang direviewnya tersebut dan juga kritikan atas
isi atau penyajian buku. Langkah-langkah yang dapat dilakukan penulis
telaah buku sebagai berikut:

  • Awali dengan paragraph pembuka dengan ulasan yang bagus dan
  • menarik perhatian pembaca sekalius menjelaskan tema utama buku
  • tersebut. Detail buku bisa disajikan pada bagian ulasan.
  • Ulasan buku bukanlah laporan maka, sebaiknya tidak mencantumkan
  • setiap bab dengan isinya, Sebaliknya, telaah yang baik merupakan
  • gambaran singkat mengenai isi buku kemudian menyoroti kelebihan
  • dan kelemahan buku. Mayoritas ulasan harus dikhususkan dengan
  • memberikan detail yang menggambarkan mengapa buku tersebut
  • menarik atau bermanfaat. Pasukan penulis menjelaskan apa yang dapat
  • dipelajari dari buku tersebut dan atau implikasi apa yang akan dimiliki.
  • Penutup atau kesimpulan dapat menjelaskan mengenai hal terbaik dan
  • terburuk apa dari buku dan apakah penulis merekomendasikan buku
  • tersebut pada orang lain serta alasannya.

Penulis termasuk mahasiswa yang berminat pada publikasi ilmiah
dapat memilih salah satu dari ketiga bentuk karya ilmiah tersebut. Jika memilih
artikel hasil penelitian, maka ia harus mengawali karya ilmiah dengan
melakukan riset ilmiah. Riset ilmiah dapat dapat dilakukan tidak harus dengan
melakukan riset lapangan melainkan dapat dilakukan melalui riset
literatur/dokumen. Jika, penulis atau mahasiswa berminat untuk menulis
sebuah kajian ilmiah atau tulisan bukan hasil riset maka ia dapat memulainya
dengan membaca sejumlah literatur terkait topik kajian tertentu atau
teori/konsep tertentu. Sedangkan jenis tulisan berupa book review, dapat
dimulai dengan memilih buku terbaru terkait tema tertentu yang menarik dan
dirasa akan bermanfaat bagi akademisi secara umum.

B. Publikasi Ilmiah

Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang dipublikasikan kepada
masyarakat secara luas sebagi bentuk pertanggungjawaban akademik kepada
masyarakat serta penjaminan kualitas pembelajaran. Publikasi karya ilmiah
mmeiliki beberapa bentuk, antara lain; presentasi pada forum ilmiah atau
presentasi pada seminar/workshop. Namun, bentuk publikasi karya ilmiah yang
memiliki jangkauan yang lebih luas adakah buku dan artikel pada jurnal ilmiah.
Buku sebagai salah satu bentuk publikasi ilmiah memilihi beberapa jenis natara
lain, buku ajar, monograf dan buku referensi. Kualitas publikasi ilmiah melalui
buku dapat dilihat dari penerbitan buku misal, penerbit lokal (universitas
sendiri) penerbit nasional atau penerbit internasional. Sedangkan bentuk karya
publikasi lain yang memiliki dampak terukur (sejumlah jurnal memiliki ukuran
impact factor untuk melihat seberapa banyak artikel dalam jurnal tersebut
dicitasi oleh peneliti/penulis lain) adalah artikel pada jurnal ilmiah.
Mengacu pada surat edaran Dirjend Dikti Nomor. 152/E/T/2012 yang
menyatakan bahwa pada level sarjana (S1) diberlakukan aturan untuk
menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah, maka sudah
menjadi kewajiban setiap calon lulusan sarjana untuk mempublikasikan karya
ilmiahnya. Publikasi ilmiah tidah hanya berupa jurnal ilmiah tetapi juga dapat
berbentuk buku monograf atau buku referensi. Namun, untuk mahasiswa yang
menjadi kewajibanya adalah mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal
ilmiah.
Mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2011 tentang Terbitan
Berkala dijelaskan bahwa jurnal ilmiah atau terbitan berkala ilmiah adalah
bentuk pemberitaan atau komunikasi yang memuat karya ilmiah dan
diterbitkan secara berkala. Jurnal ilmiah diterbitkan sebagai media diseminasi
hasil penelitian atau pemikiran pada disiplin ilmu tertentu. Bentuk karya ilmiah
yang dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah tergantung dari kebijakan redaksi
jurnal. Redaksi jurnal dapat bahkan dapat menentukan artikel penelitian
dengena metodologi riset tapa yang dapat terbit pada jurnal mereka. Para
penulis harus memperhatikan sarat-sarat yang dimminta oleh jurnal ilmah
ternetu jika ingin karya ilmiahnya diterbitkan pada jurnal tersebut. Tidak hanya
metodologi, pendekatan yag dipakai, jurnal memiliki tata cara penulisan yang

tidak selalu sama, maka penulis harus mengikuti aturan penulisan ilmah yang
dipergunakan oleh sebuah jurnal ilmiah.
Jatmiko et.al (2015) menggolong jurnal ilmiah berdasar pada pyramid
atau hirarki yang disusun atas:

Dari piramida tersebut, Jatmiko et.al (2015) mengelompokkan
publikasi menjadi:

  1. 1. Popular. Publikasi populer merupakan publikasi berkala yang mengandung
    artikel-artikel bertema umum, biasanya tanpa mencantumkan referensi
    maupun daftar pustaka. Contoh Global Politic.
  1. Trade. Jurnal dagang/industri meliputi trend pada industri, praktek dan
    opini-opini seputar sektor bisnis dan dunia perdagangan. Contoh: The
    Economist dan Global trade.
  1. Scholarly/Academic journal. Jurnal akademik merupakan jurnal berkala
    yang berisi artikel-artikel hasil penelitian maupun observasi yang
    dihasilkan dari telaah mendalam melalui metodologi ilmiah yang sahih dan
    referensi yang terpublikasi. Contoh:
  1. Refereed/Peer-reviewed. Publikasi atau jJurnal yang menerbitkan artikelartikel yang sudah ditelaah dan disunting oleh serangkaian proses
    reviewing yang dilakukan oleh para pakar di bidangnya. Artikel inilah yang
    menjadi fokus. Contoh: Journal of International Relations & Foreign Policy
    dan International Political Science Review.

Mereka yang hendak mempublikasikan karya ilmiahnya perlu berhatihati dalam memilih jurnal karena tidak sedikit jurnal yang merupakan jurnal
predator atau jurnal yang tidak mengedepankan kaidah akademis. Predatory
journal atau jurnal predator adalah jurnal atau penerbit yang secara tidak
profesional mengambil keuntungan dari artikel-artikel ilmiah yang diunggah
kepadanya. Zulys (2013) menjelaskan bahwa jurnal predator atau jurnal
pemangsa bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
dengan memangsa para periset atau akademisi yang lugu, yang ingin
mempublikasikan artikel akademisnya secara cepat meski dengan biaya yang
cukup tinggi (hingga mencapai USD 1800) setelah diterima (accepted).
Meminta fee atau pembayaran atas diterbitkannya artikel sesungguhnya sah
saja bagi pengelola jurnal karena belum ada aturan yang membatasi hal ini.
Namun, jurnal semacam ini pada prakteknya tidak mengutamakan penilaian
(peer review atau mitra bebestari, sehingga kualitas artikel menjadi hal yang
utama bagi penerbitan jurnal. Jikapun terdapat penilaian dari peer review,
maka hal tersebut hanyalah penilaian formalitas saja karena tidak memberikan
penilaian yang sesungguhnya.
Terdapat sejumlah cara yang dapat dipergunakan oleh penulis untuk
menghindari jurnal predator, salah satunya adalah meneliti konten jurnal dan
editor board. Meski demikian, meski hal tersebut sudah dilakjkan kadangkala
penulis masih terjerumus pada jurnal predator karena mereka dapat
menampilkan jurnal dengan sangat baik. Kerumitan ini tidak jarang membuat
penulis malas untuk meneliti dengan cermat terlebih dahulu jurnal yang
mereka tuju dan pada akhirnya jatuh pada jurnal predator. Zulys (2013)
menandai hal ini terjadi karena ada kebutuhan/tuntutan untuk melakukan
publikasi segera kepada para peneliti, sehingga peneliti tidak memiliki
waktuyang cukup untuk memilih jurnal atau mengikuti prosedur review yang
tidak jarang sangat Panjang.
Situasi ini ditangkap oleh Jeffrey Beall seorang pustawakan di
Universitas Colorado. Ia menerbitkan Beall's List yang merupakan daftar
penerbit yang ditengarai sebagai predator. Daftar ini bertujuan untuk
mendokumentasikan open access journal (jurnal predator tidak jarang disebut
sebagai jurnal akses terbuka meski tidak semua open accessed journal
merupakan jurnal predator) yang tidak melakukan peer reviewed dan hanya
menerbiykan artikel ketika penulis membayar sejumlah uang. Beall's List

menjadi karya yang banyak diikuti pada pertengahan 2010-an. Pengaruhnya
menyebabkan beberapa penerbit dalam daftar tersebut mengancam tuntutan
hukum pencemaran nama baik terhadap Beall, serta mengajukan keluhan
resmi terhadap pekerjaan Beall ke Universitas Colorado. Akibatnya, Beall
menonaktifkan blog dan daftarnya pada Januari 2017. Penutupan Beall's List
sangat disayangkan namun terdapat orang-orang yang bersedia melajutkan
pekerjaannya. Tindakan Beall pernah dituduh oleh Pusat Sains dan Pendidikan
Kanada sebagai pencemaran nama baik dan dituntut oleh OMICS Publishing
Group. Saat ini Bealls list dapat diakes melalui laman https://beallslist.net/
untuk membantu para penulis untuk mengidentifikasi jurnal predator.
Upaya untuk menjauhkan penulis dari jurnal predator dilakukan oleh
Kemeristek Dikti/kemnedikbud dengan menerbitkan standar akreditas jurnal
ilmiah melalui Sinta. Lembaga in menjadi Lembaga pengontrol jurnal ilmiah di
Indonesia agar tetap memenuhi kaidah akademik dan menjaga kualitas tulisan.
Di Indonesia, jurnal ilmiah terkait dengan disiplin Ilmu Hubungan Internasional
yang terakreditasi Sinta, belum banyak. Berikut adalah jurnal ilmiah dengan
disiplin ilmu hubungan internasional di Indonesia (yang terakreditasi Sinta).

  1. Journal of ASEAN Studies diterbitkan oleh Universitas Bina Nusantara
    terindex Sinta 1.
  2. Global: Jurnal Politik Internasional diterbitkan oleh Universitas Indenesia
    terindex Sinta 2.
  3. Jurnal Hubungan Internasional diterbitkan oleh Universitas
    Muhammadiyah Yogyakarta terindex Sinta2.
  4. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional dterbitkan oleh Universitas Katolik
    Parahyangan terindex Sinta 2.
  5. Andalas Journal of International Studies diterbitkan oleh Universitas
    Andalas terindex Sinta 2.
  6. Intermestic: Journal of International Studies diterbitkan oleh Universitas
    Padjadjaran terindex Sinta 2.
  7. Nation State: Journal of International Studies diterbitkan oleh Amikom
    Yogyakarta terindex Sinta 4.
  8. Insignia: Journal of International Relations diterbitkan oleh Universitas
    Jenderal Soedirman terindex Sinta 4.
  9. Indonesian Journal of International Relations diterbitkan oleh AIHII
    terindex Sinta 4.
  10. Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan diterbitkan oleh UPN ;Veteran;
    Yogyakarta terindex Sinta 5.
  11. Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional diterbitkan oleh UPN
    ‘Veteran” Jakarta terindex Sinta 5.
  12. Transborder: International Relations Journal diterbitkan oleh Universitas
    Pasundan terindex Sinta 5.
  13. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional diterbitkan oleh
    Universitas Jenderal Achmad Yani terindex Sinta 5.

Sejumlah jurnal tersebut menerima karya ilmiah mahasiswa namun
jurnal khusus mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional sendiri belum banyak
diterbitkan di Indonesia. Salah satu jurnal mahasiswa Jurnal Mahasiswa Ilmu
Hubungan Internasional yang pernah diterbitkan oleh Universitas
Muhamadiyah Malang sudah discontinued. Hal ini sudah semestinya menjadi
perhatian bersama, jika memang mewajibkan prasarat sarjana untuk
mempublikasikan hasil pemikiran mereka. Selain mendorong mahasiswa untuk
menulis, maka menjadi kewajiban Bersama untuk menyediakan wadah bagi
mahasiswa untuk menulis baik dalam bentuk buku atau jurnal.

Referensi:

  • Baer, R. A., Smith, G. T., Hopkins, J., Krietemeyer, J., & Toney, L. 2006. “Using
  • Self-Report Assessment Methods to Explore Facets of Mindfulness.
  • Assessment”. 13(1), 27–45. http://asm.sagepub.com/content/13 /1/27
  • . doi:10.1177/1073191105283504
  • Dewi, Machya Astuti, et.al. 2014. “Minat Meneliti Dosen dan Mahasiswa
  • terhadap Kajian Ilmu Hubungan Internasional”. Paradigma. Volume 18,
  • Nomor 2, September 2014.
  • Ismail dan Elihami. 2019. Pelatihan Penyusunan Artikel Publikasi Ilmiah bagi
  • Mahasiswa Perguruan Tinggi STKIP Muhammadiyah Enrekang. Maspul
  • Journal of Community Empowerment. Vol 1 No 1 (2019).
  • Jatmiko, Wisnu, et.al, 2015. Penulisan Artikel Ilmiah. Fakultas Ilmu Komputer,
  • Universitas Indonesia.
  • Oebaidillah, Syarief. “2019, Jurnal Ilmiah Indonesia Tertinggi di ASEAN”. Deputi
  • Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan
  • Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Republik Indonesia. https://risbang.ristekbrin.go.id/publikasi/beritamedia/2019-jurnal-ilmiah-indonesia-tertinggi-di-asean/
  • Pardjono et. Al. 2017. “Analisis Faktor-Faktor Penghambat Produktivitas
  • Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa PPs UNY pada Jurnal Internasional
  • Terindeks”. Jurnal Dinamikia Vokasional Teknik Mesin. Vol 2, No 2 (2017)
  • Suryoputro, Gunawan, Sugeng Riadi, Ali Sya'ban. 2012. Menulis Artikel Untuk
  • Jurnal . Jakarta: Uhamka Press. ISBN. 978-602-8040-57-0
  • Widyanuratikah, Inas dan Yudha Manggala P Putra. 2019. Publikasi Ilmiah tak
  • Sebanding Jumlah Dosen dan Mahasiswa. Republika.co.id.
  • https://www.republika.co.id/berita/q1k9gl284/publikasi-ilmiah-taksebanding-jumlah-dosen-dan-mahasiswa
  • Zulys, Agustino. 2013. “Jurnal Pemangsa: Kebuasan di Dunia Akademis”.
  • Gazette. Vol 6 No, 2. 2013
s
WRITTEN BY

saiful

Responses (0 )